Apakah Terapi Ikan Berbahaya Bagi Kesehatan?

Advertisement

Apakah Terapi Ikan Berbahaya Bagi Kesehatan?

Terapi Ikan ? - Jika anda belum pernah tau atau belum pernah mendengar tentang terapi ini mungkin sangat aneh "terapi ikan", Terapi ini adalah memanfaatkan jasa ikan-ikan air tawar untuk mengisap isap ke bagian tubuh pasien. tentulah terapi ini menggunakan ikan yang herbifora bukan ikan karnifora, ikan ini adalah bukan jenis ikan Piranha tentunya :) . terapi ikan ini lebih keren dengan sebutan Fish pedicure, yang mana akhir-akhir ini telah banyak pusat-pusat SPA yang menyediakan jasa Fish pedicure atau terapi ikan.


Ilustrasi: Apakah Terapi Ikan Berbahaya Bagi Kesehatan?

Apa manfaat dari terapi ini sebenarnya? Praktek terapi ikan pada dasarnya adalah untuk kecantikan kulit yaitu, sebuah proses pengangkatan kulit mati atau kulit yang rusak  oleh sekelompok ikan-ikan jenis air tawar. Fish pedicure  atau Terapi ikan yang selama ini telah di perkenalkan kepada masyarakat umum dinilai juga mampu melancarkan peredaran darah dan dapat juga menyembuhkan berbagai keluhan penyakit.

Bagaimana Cara Kerja Dari Terapi Ikan ( Fish pedicure )

Terapi yang satu ini adalah sebuah trend gaya hidup baru, yang juga dikenal dengan istilah ichthyotherapy, hal ini tentunya melibatkan ahli-ahli terapi yaitu sekelompok ikan yang memiliki julukan ikan dokter atau “Garra rufa” yang merupakan sekelompok spesies ikan sungai berasal dari Eurasia (Eropa dan Asia). sejumlah Ikan-ikan ini akan ditempatkan pada kolam di SPA yang menyediakan jasa Fish pedicure, kemudian para pasien akan mencelupkan bagian kaki  atau bahkan pasien akan merendam seluruh anggota tubuh. dan saat itulah para Ikan-ikan Dokter ini  beroprasi memakan bagian kulit mati atau kulit yang telah rusak dari tubuh pasien.

Apakah Fish pedicure  Atau Terapi Ikan Aman?

Inilah pendapat beberapa ilmuan Inggris atau The Health Protection Agency (HPA), seperti yang dikutip dari The Straits Times, Rabu (19/10/2011). Dalam penelitiannya, ditemukan bahwa terapi ikan justru memperlemah sistem kekebalan tubuh dari rentan risiko penularan infeksi virus.
Penemuan ini diperoleh dari tangki air yang berisi air untuk menaruh ikan-ikan memiliki banyak mikroorganisme. Selain itu, HPA juga menemukan bahwa infeksi biasanya disalurkan dalam berbagai cara, di antaranya, kontaminasi dari air yang kotor atau dari manusia ke manusia yang berbagi kolam yang sama.
Sejumlah peneliti asal Inggris menyebutkan bahwa Fish pedicure yang kini marak digelar di spa dan pusat kebugaran lainnya berpotensi menyebarkan berbagai patogen dan infeksi akibat bakteri pada pasien. Saking bahayanya, mereka sampai-sampai mengirimkan surat peringatan yang dipublikasikan di jurnal Emerging Infectious Diseases, sebuah publikasi milik US Centers for Disease Control and Prevention.
Menurut peneliti asal Center for Environment, Fishes & Aquaculture Science (CEFAS), ikan-ikan tersebut bisa jadi merupakan sumber dari berbagai organisme dan penyakit. Beberapa di antaranya bisa menyebabkan infeksi jaringan lunak yang bisa menyebar di kulit manusia. Apalagi banyak di antaranya merupakan infeksi yang tahan terhadap antibiotik.
David Verner-Jeffreys, ketua tim peneliti menyatakan, di Inggris saja, pada tahun 2011 lalu terdapat lebih dari 280 lokasi ‘spa ikan’ dengan sekitar 15 sampai 20 ribu ekor ikan didatangkan per minggunya dari sejumlah negara-negara Asia. Mereka juga mencatat, pada April 2011 lalu, sebanyak 6.000 ekor ikan diimpor ke sejumlah spa-spa di Inggris dari Indonesia.
Ternyata, ikan-ikan ini terkena wabah penyakit yang menyebabkan pendarahan dari mulut, insang dan perut mereka, dan menyebakan kematian hampir seluruh ikan tersebut. Akibat kasus ini, para ilmuwan Inggris menemukan tanda-tanda adanya infeksi akibat bakteria (disebabkan oleh patogen yang disebut dengan S agalactiae) yang ada di hati, ginjal, dan limpa para ikan tersebut.
“Akibat kasus ini, kami melakukan lima kali penyensoran terhadap ikan-ikan yang diimpor lewan bandara Heathrow dan menemukan tanda-tanda lebih lanjut terkait infeksi dan sejumlah patogen tambahan,” ucap Verner-Jeffreys. “Banyak di antaranya yang ternyata kebal terhadap obat-obatan antimikrobial seperti tetracycline, fluoroquinolone, dan aminoglycoside,” ucapnya.
Verner-Jeffreys menyebutkan, mereka yang sangat terancam adalah mereka yang tengah berkutat dengan diabetes, penyakit liver, dan atau punya masalah kekebalan tubuh.
George A. O'Toole, professor dari Department of Microbiology and Immunology, Geisel School of Medicine, Dartmouth, Hanover, Amerika Serikat menyebutkan, sangatlah tidak mungkin melakukan sterilisasi terhadap ikan-ikan ini. “Adapun untuk airnya, meski Anda membuangnya setelah pasien selesai terapi, organisme-organisme itu akan membentuk komunitas di permukaan bak tersebut,” kata O’Toole.
“Membasuhnya saja tidak cukup. Anda perlu melakukan sterilisasi terhadap bak penampung ikan setiap satu pasien selesai terapi. Jika tidak, mereka akan tetap ada di sana meski airnya telah diganti dengan yang baru,” ucapnya. (nationalgeographic. co.id/health.kompas/)

Terapi Ikan atau praktek untuk pengangkatan sel-sel kulit mati juga kulit rusak yang menggunakan jasa spesies ikan air tawar Garra rufa ini sudah dilarang buka praktek di negara-negara bagian Amerika Serikat. Namun Sayangnya, disaat ini terapi Fish pedicure justru sedang tumbuh menjamur di Inggris dan sejumlah negara-negara lain di belahan dunia.

Apakah Terapi Ikan Berbahaya Bagi Kesehatan?



Advertisement

0 komentar:

Poskan Komentar