Pengabdian Sebagai Bidan Dan Peran Ibu

Advertisement

Agak ke luar kota Banda Aceh, Rita Asmidar, bidan berusia 33 tahun, berjalan terburu-buru ditengah hujan menuju posyandu kecamatan Ulee Kareng, tempat Ibu Rita memulai hari dan melakukan aktivitas sebelum membuka pelayanan kesehatan di Posyandu Plus.



Ibu Rita tinggal bersama suaminya, Bapak Rahmad Effendy, anak perempuannya, Nasywal Gadiza berusia 2 tahun, dan anak laki-lakinya, Attariq Agam Pachlevi berusia 11 tahun, di bangunan yang sama dengan posyandu, dipisahkan oleh ruang periksa pasien sehingga Ibu Rita selalu siap untuk segala situasi darurat. Posyandu di desa Le masen adalah salah satu Posyandu Plus yang dibangun dengan dukungan UNICEF.

Posyandu Plus dibangun dengan tujuan untuk menyatukan layanan kesehatan bagi ibu hamil dengan layanan kesehatan lainnya seperti imunisasi, gizi dan penyuluhan tentang kebiasaan hidup sehat. Posyandu Plus di desa Le masen juga menyelenggarakan kegiatan belajar bagi anak-anak usia pra sekolah, yang dilaksanakan oleh masyarakat setempat. Bidan-bidan seperti Ibu Rita merupakan petugas pelayanan masyarakat terdepan bagi anak-anak dan keluarga di Indonesia, terutama di daerah terpencil.

“Beberapa tahun yang lalu, seorang bidan harus pergi dari rumah ke rumah untuk memeriksa ibu hamil. Sekarang fasilitas dan pelayanan sudah lebih baik sehingga lebih banyak pasien datang ke posyandu,” kata Ibu Rita. “Sejak Posyandu Plus Le masen dibuka, respon masyarakat sangat baik. Mereka menyukai bangunan yang baru terutama kenyamanan dan keramahan ketika dating ke sini.“ Walaupun Posyandu Plus Le masen fokus dalam pemberian layanan kesehatan, gizi dan pengembangan usia dini bagi anak-anak dan perempuan, Posyandu ini juga memberikan layanan kesehatan bagi penduduk lainnya di desa Le masen dengan populasi 2.017 penduduk.

Di antara dua kewajiban Dedikasi Ibu Rita ke masyarakat dimulai setelah menyelesaikan pendidikan bidan tahun 1996. Dia ditugaskan ke sebuah desa terpencil di kabupaten Aceh Selatan, daerah dia berasal. Di desa ini tidak ada listrik maupun transportasi dan fasilitas pelayanan kesehatan juga susah. Bahkan para ibu hamil saat itu harus berjalan kaki 2 jam untuk memeriksa kehamilannya di posyandu terdekat. Walaupun fasilitas sangat terbatas, Ibu Rita menikmati pekerjaannya sebagai bidan karena dia tahu pekerjaannya dapat membantu menyelamatkan para ibu dan anak-anaknya.

Di tahun 2009, ketika UNICEF menyerahkan Posyandu Plus ke pemerintah, Ibu Rita ditunjuk sebagai bidan desa di desa Le masen, untuk memberikan layanan kesehatan ke masyarakat. Bagi Ibu Rita, hal ini merupakan kesempatan besar untuk kembali berkarir setelah beberapa tahun sebelumnya menjadi ibu rumah tangga, karena ikut suami yang bertugas di pulau Jawa. Sebelum mulai bertugas, Ibu Rita mendapatkan berbagai pelatihan yang didukung UNICEF, dari kantor dinas kesehatan, untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya dalam menangani pasien.

Dengan bekal pelatihan yang diterima serta perlengkapan dan fasilitas di Posyandu Plus, Ibu Rita menjadi lebih percaya diri dalam memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu. Menjadi seorang bidan dan ibu dari 2 anak secara bersamaan merupakan rahmat dan tantangan bagi Ibu Rita. Terutama ketika anak perempuannya, Nasywal didiagnosa ada kelainan jantung saat berumur 4 bulan dan harus dioperasi 2 kali sebelum ulang tahunnya yang pertama, Ibu Rita tentu sangat khawatir, apalagi dia tetap harus bekerja. Ibu Rita merasa beruntung karena sang suami, Rahmad, sangat mendukungnya membantu menjaga Nasywal dan anak laki-lakinya, Attariq, sehingga Ibu Rita tetap bisa bekerja sebagai bidan.

Selain itu, keluarga Ibu Rita juga mendapatkan bantuan keuangan dari pemerintah untuk membantu pembiayaan Nasywal. Berkat ini semua, sekarang Nasywal telah sembuh dan tumbuh sehat. Ibu Rita merasa bersyukur atas segala dukungan yang diterima saat mengalami kesulitan sehingga tetap bisa bekerja dengan baik.“Dukungan yang saya terima dari keluarga merupakan motivasi terbesar saya untuk selalu memberikan pelayanan kesehatan yang baik ke masyarakat.” Berkat dedikasi Rita yang selalu siap siaga 24 jam, dilaporkan bahwa tidak ada kematian ibu maupun bayi saat kelahiran di Posyandu Plus Desa Le masen tahun sepanjang tahun 2011. “Membantu menyelamatkan para ibu dan bayi merupakan kepuasan yang tidak bisa dinilai dengan uang, “ kata Ibu Rita sambil tersenyum tulus. [Sumber]

Advertisement

0 komentar:

Poskan Komentar