Alternatif: Terapi Lintah Untuk Pengobatan

Advertisement

Alternatif: Terapi Lintah Untuk Pengobatan

Terapi Lintah ? - Apa pendapat anda tentang binatang yang satu ini? Lintah adalah binatang penghisap darah ( Sedot Darah ) yang tak akan mau berhenti menghisap sebelum kenyang.  Seperti halnya untuk sebutan para rentenir "bagaikan Lintah darat", binatang lintah ini memiliki bentuk yang menggelikan, dan ada sebagian orang yang merasa jijik dan takut dengan binatang penghisap darah ini.


Alternatif: Terapi Lintah Untuk Pengobatan  (Img: terapi lintah jakarta)

Lintah merupakan hewan dari grup filum annelida subkelas hirudinea. ada bebrapa type lintah yang bisa hidup di daratan, air tawar, serta laut. dan seperti karakter kerabatnya, oligochaeta, hewan ini mempunyai klitelum. seperti hewan cacing tanah, lintah juga adalah hermaprodit. lintah yang berjenis hirudo medicinalis yang didatangkan dari eropa sudah sejak lama telah digunakan untuk pengeluaran darah atau penyedotan darah ( plebotomi ) dengan cara medis.

seluruh spesies lintah termasuk dalam kategori karnivora. dan sebagian adalah predator, yang memperoleh makanan dari beragam type invertebrata seperti cacing, siput, larva serangga, dan lain-lain.

Saat ini mentode pengobatan moderen mulai melirik terapi pengobatan mempergunakan kepakaran lintah-lintah dalam menyedot darah. walau binatang penghisap darah ini kerap dibenci juga di takuti orang, namun demikian air liurnya lintah amat berguna. dikarenakan bintang ini memiliki bayak kandungan zat antikoagulan ( anti pembekuan darah ). binatang lintah juga memiliki kandungan zat-zat lainnya seperti : penisilin, anti radang serta anestesi/zat pembius.

Terapi pengobatan alternatif dengan menggunakan keahlian lintah dalam menyedot darah ( hirudo medicinalis ) sudah terapkan dan di praktekkan sejak awal abad ke 18, tetapi semenjak  makin berkembangnya dunia medis kedokteran di pada awal abad 19, perlahan terapi lintah makin dilupakan kebanyakan orang.

Dan pada awal tahun 1990 terapi lintah ini kembali digunakan kembali , yang mana didalam sesuatu riset medis dengan metode terapi lintah menuai sukses. Hasil dari riset  menunjukkan bahwa terapi lintah ini mampu mengobati tumor tanpa kemoterapi juga tanpa operasi pembedahan.

Menurut sumber riset yang telah dilakukan di benua eropa, juga  telah menunjukkan bahwasanya terapi lintah yang terapkan dengan penyembuhan medis ( obat-obatan ) atau herbal sangat diyakini mampu menambah efektifitas obat.

Hingga sampai sekarang ini belum ditemukan adanya kelaian atau efek samping yang disebabkan oleh terapi sedot lintah atau hirudo medicinalis.

Terapi menggunakan lintah, mampu menstabilkan kandungan hormon serotonin / melancarkan peredaran darah serta oksigen pada jaringan saraf halus di kepala. tidak sampai di situ saja, ternyata terapi lintah bisa juga menormalkan penyempitan atau pelebaran pembuluh darah di otak. dan telah dibuktikan  pada riset juga banyak orang telah pulih dari derita penyakit, setelah memanfaatkan jasa sedot lintah ( hirudo medicinalis ).

Di beberapa rumah sakit serta area praktik dokter di negra jerman banyak ditemukan metode terapi lintah untuk pengobatan. apalagi tiap-tiap tahun di jerman lebih kurang 250. 000 ekor lintah siap dipakai untuk menangani penyedotan darah. tak hanya itu lintah juga telah dimanfaatkan atau digunakan didalam operasi plastik.

metode pengobatan dengan lintah adalah warisan yang tersisa dari abad pertengahan yang lampau. pada saat itu pasien yang mengalami permasalahan pada sendi lutut, dapat terbebas dari rasa sakit di persendian yang di derita, sesudah memakai metode terapi lintah selama seminggu.

hasil dari studi yang telah dilakukan beberapa ilmuwan di jerman, telah menunjukan bahwa lintah di yakini mampu menyembuhkan rasa sakit dan juga peradangan. apalagi pasien yang menderita osteatritis bisa juga memakai terapi lintah untuk mengobatinya. penelitian yang dipimpin dr gustav dobos di klinik essen-mitte di jerman, telah melakukan percobaan pada 10 pasien dengan rata-rata umur 68 th.. rata-rata pasiennya menderita sakit lutut sepanjang enam tahun, secara terus-menerus.

Beberapa dokter menempelkan empat ekor lintah untuk menyedot darah pada bagian lutut yang sakit dan biarkan selama 1 -20 menit. rasa sakit telah diukur tiga hari sebelum saat perawatan sedot lintah dikerjakan, dan 28 hari sesudah selesainya perawatan. ternyata efek dari pengobatan ini sudah dapat diketahui sesudah 24 hari lebih cepat, namun dapat dipastikan akhir terapi sesudah empat minggu. didalam laporannya, beberapa pasien mengaku rasa sakit mereka sangat terasa berkurang , disebabkan dari hisapan lintah tersebut. dan yang paling hebat!, tak ada efek samping apa pun yang ditimbulkan oleh terapi lintah, contohnya infeksi atau apapun.

Telah di tulis pada  jurnal annals of the rheumatic diseases, dobos menyebutkan : “kami nyatakan bahwa hasil dari penelitian ini amat luar biasa. pengobatan dengan lintah menyingkirkan rasa sakit dengan cepat, sesudah tiga hari serta meningkat empat minggu kemudian”.

Manfaat Terapi Lintah Yang Lain

lintah Juga digunakan sebagi di antara penyembuh alternatif yang sangat bermanfaat. hewan ini juga dapat digunakan oleh pasien skizofrenia ataupun depresi, juga untuk merangsang mata, mengempiskan lidah bengkak, serta meringankan sakit usus buntu dan pendarahan.

Berkat semua yang dimiliki lintah, akhirnya sudah dianggap sangat membantu manusia dalam bidang pengobatan. di kerongkongan area isapannya ada tiga rahang berupa 1/2 gergaji, dihiasi sampai 100 gigi kecil. dalam kurun waktu hampir 30 menit, lintah dapat menyedot darah sejumlah 15 ml s/d kuota yang cukup untuk hidupnya sepanjang 1/2 th.. air ludahnya lintah juga memiliki kandungan zat aktif, yang sekurang – kurangnya memiliki 15 unsur. diantaranya yang sangat penting untuk pengobatan yakni zat putih telur hirudin yang berguna untuk mengencerkan darah serta memiliki kandungan penisilin.

lintah mengeluarkan sejenis liur ( zat hirudin ) yang bercampur dengan darah serta membawanya ke semua tubuh. lantas sirkulasi darah jadi lancar. hingga tubuh merasa bugar.

Alternatif: Terapi Lintah Untuk Pengobatan




Advertisement
loading...

0 komentar:

Posting Komentar