Terapi Sengat Lebah Untuk Pengobatan

Advertisement

Terapi Sengat Lebah Untuk Pengobatan?

Terapi Sengat Lebah?, Mendengar nama sengat lebah atau tawon bagi kita yang pernah disengat hewan ini, pasti akan membayangkan rasa sakit akibat sengatan lebah. Lebah merupakan koloni atau sekelompok besar serangga yang bisa terbang, binatang ini dikenal karena hidupnya yang berkelompok meskipun pada kenyataan tidak semua jenis lebah bersifat demikian. Semua jenis lebah masih kerabat Apidae (ordo Hymenoptera atau serangga yang bersayap selaput).

Ilustrasi:Terapi Sengat Lebah Untuk Pengobatan
Img: id.berita.yahoo

Disamping memproduksi madu yang sudah dikenal umum, ternyata lebah atau tawon memiliki manfaat pengobatan dan kesehatan, lebah ini juga memiliki manfaat lain untuk pengobatan alternatif, yaitu terapi sengatan lebah. yang mana terapi ini memanfaatkan jarum penyengat pada bagian ekor lebah. Terapi atau pengobatan sengat lebah juga dikenal sebagai terapi apipunktur, terapi jenis ini adalah salah satu dari bentuk modifikasi terapi akupuntur yang sudah sangat populer di seluruh dunia. lain halnya dengan terapi akupuntur yang menggunakan jarum logam, maka terapi Apipunktur hanya memanfaatkan jarum sengatan lebah yang berjenis lebah-lebah madu ( tawon Madu ).

Terapi sengat Tawon ( lebah dalam bahasa jawa biasa di sebut tawon) atau terapi sengat lebah, yang dikenal dalam sebutan internasional adalah terapi Apipukntur sudah diakui oleh badan Organisasi Kesehatan dunia ( WHO ) pada saat konferensi ke II terapi Apipunktur dan Akupunktur di Nanjing Cina pada tahun 1993, Apipunktur  ( terapi sengat Lebah ) adalah sebagai alternatif  untuk pengobatan. pengobatan sengat lebah ini dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah atau pun secara medis. Sebenarnya terapi sengat lebah ini telah dikenal sejak ribuan tahun silam dan sudah banyak penderita saki bisa sembuh melalui metode pengobatan ini.

Konon, terapi sengat tawon ini mampu mengobati hampir 500an berbagi jenis penyakit, bahkan pengobatan Sengat Lebah atau terapi apipuktur diklaim juga mampu meningkatkan kekebalan tubuh, konsentrasi dan juga mengobati penyakit kanker payudara.


Asal-Usul Terapi Sengat Lebah

Mengenai terapi sengatan lebah ini sejak jaman kuno sudah di praktekan secara luas penggunaanya. Terapi sengat tawon lebah dimulai di dataran cina dan negara-negara Timur Tengah, khususnya negara Mesir. seperti yang telah diketahui dunia, usia pengobatan tradisional di negara Cina memiliki usia ribuan tahun silam, sebelum munculnya pengobatan modern yang mulai bangkit di negara-negara Eropa.

Namun di Negara kita tercinta ini, pengobatan sengat lebah atau Apiterapi itu sendiri telah mulai dipraktekkan dan dilakukan pada awal tahun 1980-an. Semenjak itu berbagai jenis penelitian, studi dan pelatihan tentang apipunktur atau  apiterapi mengalami perkembangan pesat dan masyarakat kita telah mengenal pengobatan alternatif ini melalui berbagai cara, seperti halnya seminar-seminar,kursus, publikasi yang dilakukan banyak media massa dan praktik terapi sengat lebah hingga sekarang masi di minati sebagai pengobatan alternatif.

Adapun metode penerapan Apiterapi atau sengat lebah di Indonesia memiliki ragam dan variasi, dari metode terapi yang tradisional hingga dengan metode pengobatan alternatif yang modern.  Berbagai metode terapi ini Ada yang mempraktikan secara utuh dan ada juga yang mempraktikan sebagian metode saja, namun terapi sengat lebah tidak hanya digunakan untuk pengobatan penyakit tertentu saja. Apiterapi ini juga bisa dimanfaatkan sebagai alternatif pengobatan, untuk menyembuhkan berbagai jenis macam penyakit, yang terutama dari jenis Apis Mellyfera.

Kandungan Yang Terdapat Pada Racun Sengatan Lebah

Sebenarnya inti dari terapi sengat lebah ini adalah memanfaatkan racun atau "bee venom therapy - BVT" yang terkandung pada sengatan lebah. Secara keseluruhan, racun sengat lebah terdiri dari 120 komponen kimia aktif, namun baru beberapa jenis, sekitar 40-an yang terdeteksi, diantaranya adalah:  Asam amino, 11 peptida, 5 enzim, 3 amine, Karbohidrat, Lemak
peptida yang sangat bertindak aktif yaitu melittin, apamin, mast cell degranulating peptida serta adolapin. komponen zat tersebut dapat berperan sebagai anti radang, anti jamur, anti bakteri, antipyretic dan merangsang hormaon acth. hormon acth ini bisa merangsang cortex adrenal untuk menghasilkan hormon kortison semakin banyak hyaluronidase serta fosfolipase a.
hyaluronidase ini berperan untuk memecah cairan antar sel hingga racun lebih cepat menyebar di antara sel, sedangkan fosfolipase a mengakibatkan kerusakan fosfolipid yang mengakibatkan kematian sel.

Jenis Lebah Yang Dimanfaatkan Untuk Terapi Pengobatan

Jenis tawon atau type lebah yang biasa dipakai untuk proses terapi merupakan type lebah dari negara australia serta italia, yaitu type tawon apismelifera yang terbukti aman untuk terapi penyembuhan, dikarenakan seandainya yang di gunakan untuk pengobatan bukan type lebah tersebut, serum-nya tetap memiliki efek lain. dan yang menjadikan serum dari lebah tersebut jadi unik adalah, sengatan lebah dari type ini tidak mengakibatkan efek pembengkakan atau demam.

Titik-Titik Terapi Sengatan Lebah

Terapi sengat lebah sangat berperan untuk mengaktifkan beberapa sel-sel saraf, melakukan perbaikan jaringan sel-sel kulit serta diklaim bermanfaat untuk menangani lebih kurang 500 type penyakit. Titik-titik yang dipakai untuk sengatan lebah ini nyatanya nyaris sama juga dengan titik jarum akupunktur  yakni pada titik meridian. saat mengobati pasien, sengatan lebah diberikan dengan cara yang bertahap, bergantung dari masalah dan tingkat penyakit serta keadaan serta kondisi pasien. umumnya sesudah dikerjakan terapi sengatan lebah ini, dapat pasien juga diberikan ramuan herbal sebagai lanjutan penyembuhan dan pengobatan untuk di konsumsi di rumah.  ( wikipedia/dan berbagai sumber)

Terapi Sengat Lebah Untuk Pengobatan?


Advertisement
loading...

0 komentar:

Posting Komentar