Layanan akta kelahiran : Setiap orang merasakan manfaatnya!

Advertisement
Ibu Sutiyati, - koordinator bidan di Puskesmas Desa Ome, Pulau Tidore, Provinsi Maluku Utara-, berdiskusi dengan rekan-rekannya tentang bagaimana supaya semakin banyak ibu hamil di daerah mereka melahirkan dengan bantuan tenaga kesehatan terlatih di puskesmas. Timbul ide yang sederhana namun inovatif, yaitu bekerjasama dengan Kantor Catatan Sipil dan Kependudukan Kabupaten untuk memberikan akta kelahiran segera setelah bayi lahir di puskesmas.

© ©UNICEF/2011/Gerber

Saulia Fitriani dan orang tuanya – salah satu bayi yang merasakan layanan akta kelahiran di Puskesmas Desa Ome.

Walaupun orang tua bisa mendapatkan akta kelahiran secara gratis dari Kantor Catatan Sipil dan Kependudukan Kabupaten dalam masa 60 hari setelah bayi lahir, masih banyak keluarga belum memanfaatkan kesempatan ini. Dr Rusni, Kepala Puskesmas Desa Ome menjelaskan, “Banyak orang tua, terutama yang tinggal di wilayah terpencil di Tidore, tidak memahami pentingnya seorang anak memiliki akta kelahiran. Tapi ada juga yang dikarenakan tidak memiliki biaya transportasi untuk pergi ke kantor kabupaten atau mengalami kesulitan dalam melengkapi dokumen yang dibutuhkan untuk mendapatkan akta kelahiran.” Situasi ini menyebabkan masih banyak anak-anak yang tidak memiliki akta kelahiran, sebuah dokumen yang harus ada saat pendaftaran sekolah dan merupakan satu-satunya dokumen Indonesia sebagai bukti nama dan kewarganegaraan.

Walaupun nantinya orang tua tetap bisa mendapatkan akte kelahiran dengan membayar Rp 25.000 setelah masa 60 hari kelahiran, namun banyak orang tua yang kemudian tidak ingat tanggal pasti kelahiran sang anak. Sebuah kerjasama antara Puskesmas Desa Ome dan Kantor Kabupaten akhirnya ditandatangani. Segala kebutuhan logistik juga dipersiapkan sehingga akta kelahiran bisa diberikan secara gratis. Seorang petugas Kantor Catatan Sipil dan Kependudukan yang tinggal di sekitar Puskesmas Desa Ome, akan mengambil dokumen dari puskesmas tersebut dan keesokan harinya kembali dengan membawa akta kelahiran.

Saulia Fitriani, lahir pada 10 September 2011, adalah salah satu bayi yang mendapatkan manfaat dari pelayanan baru ini. Segera setelah lahir, bidan-bidan Puskesmas Desa Ome membantu mengurus akta kelahiran Saulia. Berkat kerjasama yang unik dan tanpa birokrasi antara puskesmas dan Kantor Catatan Sipil dan Kependudukan Kabupaten, Saulia pulang dengan orang tuanya dengan membawa akta kelahiran. Bapak Zulkifri, ayah Saulia, bersyukur dengan adanya pelayanan baru ini: “Sekarang jadi praktis dan hemat biaya. Kita tidak perlu bayar transportasi untuk membiayai perjalanan jauh ke Kantor Catatan Sipil dan Kependudukan serta menghabiskan waktu seharian untuk mendapatkan akta kelahiran. Petugas juga membantu dalam menyiapkan dokumen yang benar.” Ibu Sutiyati juga senang dengan hasil dari pelayanan baru ini. “UNICEF telah membantu kita melalui advokasi pentingnya akta kelahiran.

Mendapatkan akta kelahiran segera setelah kelahiran bayi dianggap menguntungkan bagi para orang tua. Oleh karena itu semakin banyak perempuan hamil yang melahirkan dengan bantuan tenaga terlatih di puskesmas.” Sejalan dengan ini, Pemerintah Kabupaten juga senang dengan meningkatnya penerbitan akta kelahiran dan juga meningkatnya kesadaran orang tua tentang pentingnya akta kelahiran.

Berita tentang pelayanan inovasi yang diberikan oleh Puskesmas Desa Ome segera menyebar di desa-desa tetangga. Ibu Suhaimi, berusia 31 tahun berasal dari Desa Gubukosuma yang sedang hamil anak kedua menyatakan, “Saya akan melahirkan anak saya di puskesmas. Tidak seperti anak pertama saya, Nurmala, yang tidak memiliki akta kelahiran hingga usia 5 tahun, anak saya kedua akan segera memiliki akta kelahiran begitu lahir, tanpa harus khawatir. [source]

Advertisement
loading...

0 komentar:

Posting Komentar