Plasenta: Tanda-Tanda Atau Gejala Dari Masalah Plasenta

Advertisement

Gejala atau tanda-tanda wanita hamil yang memiliki masalah dengan plasenta atau Ari-ari harus di ketahui, tindakan ini untuk keselamatan jiwa ibu dan bayi yang dalam kandungan. Jika ibu hamil mengetahui gejala yang berhubungan dengan plasenta tentu pertolongan atau pengobatan dini bisa dilakukan untuk mencegah kejadian yang tidak di inginkan. Ketika anda hamil dan mengalami atau merasakan gejala seperti di bawah ini, segera hubungi pusat kesehatan terdekat atau dokter kandungan jika Anda Merasakan atau mengalami:

  • Terjadi Pendarahan vagina.
  • Sakit perut Yang Teramat sangat
  • Nyeri punggung yang berlebihan.
  • Kontraksi Rahim Yang Cepat


Apa yang bisa dilakukan ibu hamil untuk mengurangi resiko dan masalah plasenta?


Sebagian besar masalah plasenta tidak bisa secara langsung dicegah. Namun, demi keselamatan ibu hamil dapat mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan kesehatan selama kehamilan, Sebagai contoh:

Rajin periksa kandungan ke dokter secara teratur selama masa kehamilan Anda, mintalah saran kepada penyedia layanan kesehatan untuk menangani kondisi kesehatan apapun, seperti masalah tekanan darah tinggi, penyakit jantung, sakit asma dll.
Jangan merokok atau menggunakan obat-obatan terlarang.
Jangan mengejar elektif C-section usahakan anda memiliki kelahiran yang normal dari vagina.

Jika Anda memiliki masalah plasenta selama kehamilan sebelumnya dan sedang merencanakan kehamilan lagi, konsultasikan dengan dokter kandungan atau penyedia layanan kesehatan tentang cara-cara untuk menekan dan mengurangi risiko mengalami kondisi seperti kehamilan yang terdahulu. Pemeriksaan dokter secara rutin untuk memantau kondisi selama kehamilan sangat penting.

Bagaimana plasenta dikeluarkan?

Jika ibu hamil melahirkan bayi secara normal dari vagina, ibu juga akan mengeluarkan plasenta secara normal kondisi ini yang dikenal dalam dunia medis sebagai tahap III persalinan. Setelah wanita melahirkan, mungkin akan mengalami sedikit kontraksi ringan. Dokter spesialis kandungan mungkin memijat perut bagian bawah untuk mendorong rahim Anda berkontraksi untuk mengeluarkan plasenta dari rahim.

Dan ibu bersalin mungkin akan diminta untuk memberikan tenaga mendorong sekali lagi sebagai proses mengeluarkan plasenta, yang biasanya keluar dengan sedikit pancaran darah. Plasenta biasanya dikeluarkan dalam waktu sekitar lima menit. Dalam beberapa kasus, mungkin diperlukan waktu hingga 30 menit. Jika persalinan dengan operasi caesar, dokter akan mengangkat plasenta dari rahim selama prosedur operasi secara bersamaan.

Dokter akan memeriksa plasenta untuk memastikan itu masih utuh. Setiap fragmen yang tersisa harus dibersihkan dari rahim untuk mencegah perdarahan dan infeksi. Jika Anda menginginkan atau mau membawa pulang plasenta bayi anda, minta kepada dokter agar plasenta (ari-ari) akan anda bawa pulang. Dalam beberapa budaya dan adat, keluarga biasanya mengubur ari-ari atau plasenta di tempat khusus, seperti depan rumah atau halaman belakang rumah mereka. Bahkan dalam Beberapa budaya lain ada wanita yang memasak dan makan plasenta mereka, sebuah praktek yang dikenal sebagai placentophagy manusia.

Jika Anda memiliki pertanyaan tentang masalah orok atau plasenta selama kehamilan, konsultasikan dengan dokter atau pusat layanan kesehatan Anda. Ia dapat membantu Anda lebih memahami peran plasenta.

Advertisement
loading...

0 komentar:

Posting Komentar